Mengetahui Cara Mudah menanam Cabai Hidroponik di Botol Bekas Dengan Sistem Sumbu

Sudah tidak asing lagi jika melihat seseorang menanam tanaman dengan metode hidroponik.
Cara menanam dengan metode hidroponik ini bukan hal yang baru. Tetapi mungkin masih
banyak beberapa diantara pembaca ada yang baru mengenal cara menanam dengan metode
hidroponik atau belum pernah tau sama sekali. Nah maka dari itu, pada kesempatan kali ini
saya akan berbagi sedikit tentang cara menanam cabai hidroponik dengan cara yang sangat
sederhana yaitu deengan Wick System (Sistem Sumbu).
Wick System adalah sistem hidroponik yang paling sederhana dari semua jenis sistem
hidroponik. Pada dasarnya, sistem sumbu ini hanya membutuhkan sumbu yang dapat
menghubungkan antara larutan nutrisi pada bak penampung dengan media tanam. Sistem ini
merupakan sistem yang pasif yang berarti tidak ada bagian yang bergerak. Larutan nutrisi
ditarik ke media tanam dari bak atau tangki penampung melalui sumbu yang kemudian air
dan nutrisi akan dapat mencapai akar tanaman dengan memanfaatkan daya kapilaritas pada
sumbu.


Setelah mengetahui penjelasan mengenai sistem sumbu, berikut cara menanam cabai
hidroponik dengan sitem sumbu. Simak penjelasannya…
A. Pertama-tama langkah awal yang harus dipersiapkan dalam berbudidaya atau
menanam cabai hidroponik menggunakan botol bekas air mineral adalah dengan
mempersiapkan segala keperluan yang dibutuhkan yang meliputi alat dan bahan. Alat
dan bahan yang harus dipersiapkan antara lain sebagai berikut ;
a) Botol bekas air mineral (jumlahnya sesuaikan dengan kebutuhan)
b) Media tanam, seperti arang sekam, cocopeat atau pecahan batu bata
c) Kain flanel (sumbu).
Umumnya kebanyakan orang yang menanam dengan sistem wick
menggunakan kain flanel karena mempunyai daya serap terhadap air yang
sangat bagus
d) Nutrisi hidroponik untuk tanaman buah
e) Gunting, pisau/cuter
f) Air sesuai kebutuhan
g) Cat warna hitam/plastik hitam
B. Langkah kedua adalah merancang tempat pertumbuhan tanaman.
Di sini yang akan Anda akan gunakan adalah botol bekas sebagai sarana pertumbuhan
tanaman. Bagaimana caranya? Simak panduan singkatnya dibawah ini:
a) Ambil satu atau dua, (tinggal disesuaikan dengan kebutuhan) botol bekas air
mineral yang sudah dibersihkan.
b) Belah bagian atas (sisakan lebih banyak pada bagian bawahnya) botol dengan
alat potong seperti gunting atau cutter.
c) Buat lubang kecil pada tutup botol di bagian tengahnya, lalu masukkan sumbu
dan ikat bagian atas sumbunya agar tidak lolos atau jatuh ke bawah.

Baca juga nih Toko Online Tanaman Terpercaya Jual Bibit Pisang

Tempat untuk menanam cabai hidroponik sistem sumbu dengan botol bekas sudah
jadi. Apabila Anda masih merasa bingung, silakan lihat panduan penanaman
hidroponik sistem sumbu dengan botol bekas.
C. Langkah ketiga yang perlu dan harus dipersiapkan adalah pemilihan bibit cabai.
Kegiatan hidroponik cabai pertama kali yang harus Anda lakukan setelah menyiapkan
alat dan bahan adalah memilih bibit atau benih cabai. Pilihlah bibit cabe yang unggul
karena akan menjadi parameter sejauh mana keberhasilan proses produksi. Dari sini
dapat kita ketahui bahwa hidroponik bukan hanya sebatas menjaga tanaman agar
bebas dari hama dan penyakit, ataupun melakukan pemupukan tanaman, tetapi
memilih bibit yang berkualitas juga memberikan kontribusi kesuksesan pada
pembudidayaan cabai.
Bibit cabai hidroponik di semai terlebih dahulu dengan media semai arang sekam,
cocopeat, rockwoll atau media tanam hidroponik lainnya. Untuk mengetahui bibit
cabai hidroponik yang unggul, Anda bisa melihat dari kriteria seperti induknya serta
kecepatan pertumbuhan selama masa penyemaian. Bibit atau benih tanaman yang
mempunyai laju pertumbuhan cepat akan menghasilkan tanaman yang lebih produktif
sehingga hasil produksi cabai juga lebih berkualitas.
Dalam menentukan pemilihan benih cabe memang tidak mudah. Oleh karena itu, kita
memberi tips memilih bibit cabai unggul agar agar kegiatan berkebun cabai
hidroponik Anda tidak sia-sia, berikut tips memilih bibit cabai unggul:
a) Anda harus mengetahui kualitas induk tanaman cabe yang setidaknya
memiliki beberapa kriteria sebagai tanaman unggul, seperti kekuatan tumbuh
yang cepat, mampu beradaptasi di berbagai lingkungan berikut kondisi lahan,
mempunyai ketahanan yang baik terhadap serangan hama penyakit, menyerap
nutrisi yang dihantarkan oleh pupuk dengan baik, mampu memberi hasil
produksi yang tinggi, dan menghasilkan cabai seperti yang dikehendaki.
b) Bibit cabai yang akan dipakai haruslah dari cabai yang benar-benar sudah tua,
hal ini dikarenakan untuk mendapatkan biji atau benih yang sudah terisi
penuh.
c) Memiliki kemampuan berkecambah dan perkembangan kecambah yang bagus.
d) Laju perkembangan benih yang bagus selama proses penyemaian atau
perkecambahan. Benih yang memegang ciri-ciri pada poin ini akan
menghasilkan tanaman yang subur, begitupun sebaliknya.
e) Pilihlah bibit cabai yang sehat (tidak terserang hama penyakit).
D. Penyemaian Bibit Cabai.
Apabila Anda sudah mendapatkan bibit cabai unggulan, maka langkah selanjutnya
yaitu memulai proses penyemaian. Penyemaian cabai dalam sistem hidroponik tidak
jauh berbeda dengan sistem bertani dengan media tanam berupa tanah.
Dibawah ini beberapa panduan dalam menyemai benih cabe dengan mudah:
a) Pertama-tama, yang harus Anda lakukan adalah menyortir benih-benih cabai
untuk mengetahui kemampuan vigor (kemampuan benih menumbuhkan
tanaman normal yang berproduksi normal pada kondisi lapangan yang

optimum maupun suboptimum (Sadjad, 1994)) kecambah dari masing-masing
benih.
Caranya yakni dengan merendam benih cabai kedalam sebuah wadah yang
berisikan air, diamkan selama beberapa saat hingga tampak benih cabai yang
terapung dan tenggelam. Ambil dan buang benih cabai yang terapung karena
benih tersebut laju pertumbuhannya lambat, kemudian ambil dan gunakan
benih cabai yang tenggelam karena pertumbuhan kecambahnya cepat.
b) Untuk menunjang kecepatan tumbuh tanaman cabai yang hendak Anda tanam,
pada proses pemilihan benih cabe pada poin ini, sebaiknya rendam benih cabai
kedalam air yang telah dicampur dengan zat pengatur tumbuh (ZPT). Sistem
kerja ZPT ini adalah merangsang produksi hormon akar sehingga akar lebih
cepat keluar.
c) Setelah mendapatkan benih cabai yang berkualitas, selanjutnya ambil kain
basah dan bungkus benih cabai dengan kain selama seharian. Tujuan dari
proses penyelimutan benih ini adalah untuk mempercepat perkecambahan.
Apabila kecambah sudah muncul, Anda bisa langsung memulai kegiatan
penyemaian.
d) Pada tahap penyemaian, yang perlu anda siapkan yakni wadah sebagai tampat
semai. Wadah ini dapat Anda diperoleh dari toko pertanian atau menggunakan
wadah plastik yang sudah diberi media tanam seperti sekam bakar atau sabut
kelapa.
e) Langkah selanjutnya, taburkan benih cabai ke media tanam hingga tenggelam
dan tertutupi oleh media tanam tersebut. Lalu siram dengan air bersih
secukupnya, jangan sampai tergenang, karena memicu kebusukan.
f) Pindahkan tempat semai ke area bebas matahari (tidak terpapar sinar matahari
secara langsung).
g) Siram benih setiap pagi hingga benih tumbuh dan siap ditanam.
E. Membuat Racikan Nutrisi Tanaman.
Untuk mengisi waktu menunggu dalam penyemaian tanaman yang memakan waktu
selama berhari-hari, sebaiknya gunakan waktu tersebut untuk mengisi komponen lain
yang dibutuhkan seperti membuat racikan nutrisi tanaman yang menjadi penentu
keberhasilan pertumbuhan taman.
Nutrisi yang diperlukan oleh tanaman sangat banyak sekali, tetapi yang paling pokok
atau yang paling dibutuhkan adalah nitrogen, fosfor, dan kalium yang merupakan
unsur hara makronya. Selain itu, ada juga beberapa unsur hara mikro yang harus
tersedia seperti oksigen agar tanaman bisa melakukan proses fotosintesis serta
memberi dukungan pertumbuhan lainnya. Berikut Nutrisi yang diperlukan tanaman
agar bisa tumbuh dengan baik:
Nitrogen (N), Fosfor (P), Kalium (K), Magnesium (Mg), Kalsium (Ca), Belerang atau
Sulfur (S), Boron (B), Tembaga (Cu), Zinc atau Seng (Zn), Zat Besi (Fe),
Molibdenum (Mo), Mangan (Mn), Klorin (Cl), Natrium (Na), Kobalt (Co), Silikon
(Si), Nikel (Ni).
Nutrisi hidroponik untuk cabai bisa Anda beli di toko pertanian atau lewat internet.
Sekarang sudah tersedia banyak nutrisi khusus untuk tanaman cabai. Yang perlu Anda

ingat adalah dosis penggunaan nutrisi tersebut, jika Anda belum mengerti sebaiknya
minta bantuan dari teman yang ahli atau bertanya oleh penjual di toko pertanian
tersebut.
Setelah Anda mendapatkan pupuk nutrisi, selanjutnya Anda bisa membuat larutan
nutrisi sendiri di rumah. Larutan nutrisi tersebut harus selalu diserap oleh akar agar
tanaman mengalami keberlangsungan proses tumbuh kembang. Apabila ketersediaan
larutan nutrisi habis atau mengering karena berbagai alasan, maka tanaman akan
berisiko lebih besar untuk layu atau mati.
Kebutuhan unsur hara mikro pada tanaman cabe saat memasuki fase pertumbuhan
vegetatif harus dipenuhi dan tidak bisa sembarangan. Sebaiknya pada fase
pertumbuhan vegetatif Anda berikan larutan nutrisi yang berasal dari pupuk daun.
Setelah memasuki fase pertumbuhan generatif, Anda bisa menggunakan larutan
nutrisi yang terbuat dari pupuk buah.
F. Menaman Cabai Hidroponik di Botol Bekas.
Apabila benih cabai telah cukup umur dan siap untuk di pindah tanam, maka
pindahkan benih cabai tersebut pada botol bekas yang telah dipersiapkan. Berikut
caranya:
a) Siapkan media tanam, anda dapat menggunakan tanah, sekam ataupun batu
bata. Sebagai contohnya disini saya akan menggunakan pecahan batu bata.
Batu bata dipecah kecil-kecil supaya padat dan tidak banyak rongga saat
dimasukkan kedalam botol.
b) Buka polybag semai dengan hati-hati, hal ini agar akar bibit cabai tidak
terputus atau rusak.
c) Sebelum memindahkan bibit cabai ke dalam botol, pastikan Anda sudah
menuangkan larutan nutrisi ke bagian bawah botol. Atur ketinggian air,
berikan sedikit ruang dan buatlah lubang pada sisi botol untuk memberi ruang
masuknya oksigen yang akan membantu proses fotosintesis tanaman.
d) Setelah itu, pindahkan bibit cabai beserta media tanam ke bagian kepala botol
yang sudah dipasangi sumbu pada tutup botolnya dengan posisi terbalik.
Pindahkan dengan hati-hati. Perbanyak media tanam hingga sedikit padat agar
tanaman dapat berdiri tegak, kuat dan tidak mudah roboh saat tumbuh besar.
e) Botol diletakkan pada tandon.
f) Letakkan tanaman cabai hidroponik pada tempat yang terpapar sinar matahari
secara langsung supaya tanaman cabai dapat tumbuh dengan baik.
g) Agar lumut tidak tumbuh di dalam tandon, sebaiknya tandon dicat dengan
warna gelap atau ditutup (dilapisi) menggunakan plastik hitam.
h) Untuk menjaga suhu larutan nutrisi tetap dingin pada siang hari, tandon
dilapisi atau dibalut menggunakan kain tebal yang telah dibasahi, kardus atau
styrofoam.

G. Perawatan dan Pemeliharaan Cabai Hidoponik.
Sebenarnya perawatan dan pemeliharaan cabai hidroponik di botol bekas sama
dengan perawatan cabai pada umunya. Yang terpenting adalah memperhatikan
kebutuhan nutrisi tanaman secara rutin selama masa pertumbuhannya. Keperluan
nutrisi akan selalu bertambah apabila ukuran tanaman semakin besar. Hal yang jauh

lebih penting dari itu adalah selalu pastikan jangan sampai Anda lupa untuk
menuangkan larutan nutrisi pada bagian bawah botol apabila sudah terlihat berkurang
banyak sehingga perlu ditambah lagi. Begitu terus sampai masa panen.
Menjaga suhu larutan nutrisi agar tetap dingin pada saat siang hari juga sangat
diperlukan. Apabila suhu nutrisi tinggi atau terlalu panas, maka tanaman akan layu
dan mempengaruhi laju pertumbuhannya. Untuk menghindari suhu nutrisi terlalu
tinggi atau panas, sebaiknya lapisi tandon menggunakan kain flanel atau kain lainnya
yang mampu menyerap air dengan baik yang telah dibasahi air, menggunakan kardus
bekas atau styrofoam. Dengan cara ini dipastikan suhu nutrisi akan tetap dingin
mekipun sinar matahari sangat terik pada saat siang hari.
H. Penanggulangan Hama dan Penyakit Pada Cabai Hidroponik.
Hama dan penyakit merupakan masalah yang selalu dihadapi petani. Penyebabnya
selalu serangan Tungau, Trips, atau apids (kutu daun) yang menyebabkan daun cabai
keriting. Untuk mencegah terjadinya hama tersebut, bisa dilakukan penyemprotan
menggunakan larutan air tembakau dan bawang putih atau jika perlu menggunakan
akarisida berbahan aktif profenofos, piridaben atau abamectin.
Dibawah ini adalah hama penyakit tanaman cabai yang sering dijumpai:
a) Tanaman cabai tumbuh kerdil dan cacat, daun-daunnya menggulung atau
keriting serta berbatang lemah.
Penyebabnya adalah kutu
Cara mengatasinya adalah dengan memusnahkan atau membuang semua
tanaman yang tumbuh tidak normal yang disebabkan oleh kutu ini. Namun
untuk tanaman yang belum terserang penyakit, dapat dilakukan dengan
membersihkan daunnya menggunakan air hangat sekali dalam seminggu.
Lakukan dengan menyemprot daun dan batang tanaman dengan malathion.
b) Daun cabai berlubang.
Penyebabnya adalah ulat
Cara mengatasinya yaitu dapat dilakukan dengan menyemprotkan obat.
Mengamati semua tanaman dan membunuh ulat yang ditemukan pada
tanaman dengan obat-obatan.
c) Mahkota dan tangkai cabai berubah menjadi busuk.
Penyebabnya adalah jamur
Cara Mengatasi Hama dan Penyakit pada Tanaman Hidroponik dengan
masalah seperti ini adalah dengan memotong atau membuang jaringan yang
telah rusak atau terserang jamur. Setelah itu periksa dengan teratur apakah
medianya tidak penuh air dan apakah larutan tidak terkumpul atau tergenang
di tempat yang tersumbat.
d) Daun cabai yang tiba-tiba berubah menjadi warna kuning dan layu.
Penyebabnya adalah lalat putih
Cara mengatasinya adalah dengan menjauhkan tanaman dari serangan lalat
putih. Atau tanaman bisa dibersihkan dengan air hangat dan sabun. Selain itu
semprot dengan Malathion atau Rotenone sebanyak dua kali dalam seminggu.
e) Tanaman cabai tiba-tiba menjadi layu dan daunnya berguguran.
Penyebabnya adalah tunggau putih

Cara mengatasinya adalah dengan membersihkan semua kumpulan-kumpulan
tunggau putih yang menyerupai tepung tersebut dengan cara menyemprotnya
dengan Malathion. Misal jika tanggaunya tidak terlihat mungkin Anda
memerlukan loop (kaca pembesar) untuk mengetahui ada atau tidaknya
tanggau tersebut.
f) Batang, daun, bunga dan buah yang dipenuhi lubang-lubang kecil yang
berakibat merusak jaringan.
Penyebanya adalah ulat penggerek
Cara Mengatasi Hama dan Penyakit pada Tanaman Hidroponik dengan kasus
seperti ini adalah dengan memeriksanya pada malam hari, mengingat ulat
penggerek ini biasanya beraksi pada saat malam hari. Jadi Anda bisa
mencarinya pada saat malam hari dengan penerangan senter. Apabila telah
ditemukan ambillah dengan pingset atau penjepit lalu musnahkan.
g) Ujung setiap daun cabai rusak dan berlubang.
Penyebabnya adalah kecoa, atau serangga lainnya.
Cara mengatasinya adalah dengan membuang semua daun yang sudah terkena,
serta menyemprot pada bagian yang terserang penyakit dengan Malathion atau
lainnya.

Nah, itulah panduan mudah dan sederhana cara menanam cabai hidroponik di botol bekas
dengan sistem sumbu. Selamat mencoba dan Semoga bermanfaat…

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>